Dukung Program Presiden, Kaltim Targetkan Swasembada Pangan 2026

Nety     103x     Berita

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi mengumumkan Indonesia Swasembada Pangan Beras saat Puncak Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan yang dipusatkan di Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Keberhasilan tersebut disambut Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) dengan komitmen untuk turut melanjutkan program swasembada pangan secara nasional di daerah. Bahkan, Pemprov Kaltim optimistis mampu mewujudkan swasembada pangan pada 2026.

Optimisme tersebut didasarkan pada dukungan nyata yang telah dan terus dilakukan Pemprov Kaltim kepada pemerintah pusat, mulai dari peningkatan produksi padi melalui optimalisasi lahan hingga program cetak sawah.

“Kaltim siap mendukung swasembada pangan berkelanjutan,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni usai menyaksikan peluncuran swasembada beras nasional secara virtual dari Kawasan Persawahan Betapus, Samarinda Utara.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim Fahmi Himawan menjelaskan, dukungan tersebut telah dimulai sejak 2025, seiring awal kepemimpinan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji.

Menurut Fahmi, program cetak sawah yang dilaksanakan pada 2025 terus dilanjutkan pada 2026 guna meningkatkan produksi padi dan beras di Kaltim. Sejumlah wilayah menjadi sentra peningkatan produksi pangan daerah.

“Optimalisasi lahan tersebar di berbagai daerah, antara lain Samarinda, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Berau, Penajam Paser Utara, dan Paser,” jelasnya.

Berdasarkan data DPTPH Kaltim, hingga saat ini optimalisasi lahan mencapai sekitar 13.900 hektare, khususnya optimalisasi lahan rawa menjadi sawah, dengan tujuan meningkatkan produksi padi dan beras di Kaltim.

Adapun program cetak sawah pada 2026 ditargetkan mencapai sekitar 20.000 hektare. Selain itu, terdapat pula usulan rehabilitasi sawah yang secara fisik membutuhkan dukungan dari Pemprov Kaltim.

Sementara itu, berdasarkan laporan Kementerian Pertanian RI yang bersumber dari data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional pada 2025 mencapai 34,71 juta ton. Angka tersebut melampaui kebutuhan domestik tahunan, sehingga Indonesia ditetapkan kembali sebagai negara swasembada beras.

Dalam kegiatan panen dan pengumuman bersama Presiden RI secara virtual di Betapus, Sekda Provinsi Kaltim didampingi Danrem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul, Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kaltim Dr. Akhmad Hamdan, Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang III drh. Arif Murdiyatno, unsur Forkopimda Kaltim, brigade pangan/penyuluh, serta perwakilan Pemerintah Kota Samarinda. (jay/her/adpimprovkaltim)

Bagikan Postingan ini :
26