BALIKPAPAN - Gubernur Kalimantan Timur Dr H Rudy Mas'ud (Harum) menghadiri peresmian Bank Jatim Kantor Cabang Balikpapan di Bank Jatim, Kantor Cabang Balikpapan, Jum’at 9 Oktober 2026.
Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita sekaligus peninjauan Kantor Bank Jatim, diawali pemberian santunan kepada anak yatim oleh Gubernur Harum bersama Gubernur Jawa Timur Hj Khofifah Indar Parawansa.
Atas nama Pemerintah Provinsi Kaltim, Gubernur Harum menyampaikan selamat dan apresiasi atas peresmian Bank Jatim Kantor Cabang Balikpapan, terutama memperkuat hubungan dan sinergi antara Jatim dan Kaltim, sekaligus membuka peluang kerja sama mendukung aktivitas dunia usaha dan pertumbuhan ekonomi daerah.
"Kami membuka selebar-lebarnya Bank Jatim untuk berkolaborasi dengan Bankaltimtara. Tidak hanya hadir melalui layanan perbankan, tetapi mitra bagi pengembangan usaha, meningkatkan kapasitas, memperluas pasar, dan mendorong kegiatan ekonomi produktif," katanya.
Kehadiran Bank Jatim lanjutnya, sangat strategis dalam memperkuat hubungan ekonomi Jatim dan Kaltim agar semakin berkembang melalui perdagangan, investasi dan pembiayaan.
"Pada saat pelaku usaha kami mengajukan kredit usaha, tentunya bisa dipermudah Bu Gubernur," ungkap Harum.
Orang nomor satu Benua Etam ini pun mengungkapkan sumber daya alam Kaltim yang belimpah dan belum dikelola maksimal oleh pengusaha lokal.
"Refinery CPO dari lima di Kaltim, tiga disini. Tidak kurang 5,2 juta ton produksi kelapa sawit setiap tahun," sebutnya.
Selain itu, Gunung Bayan Group mampu memproduksi batu bara mencapai 65 juta hingga 70 juta metrik ton setiap tahun.
"Base camp-nya juga ada di Balikpapan," tambahnya.
Pemerintah Provinsi Kaltim terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang semakin beragam dan inklusif. Dukungan sektor perbankan diakuinya, sangat penting, guna membuka akses pembiayaan bagi dunia usaha, pelaku UMKM, serta sektor produktif potensial lainnya.
"Penduduk Kaltim hanya 10 persen dari penduduk Jatim. Kalau Jatim 42 sampai 43 juta jiwa, Kaltim 4,2 sampai 4,3 juta jiwa. Tapi PDRB kami tidak kurang Rp850 triliun setiap tahun. Jadi sangat-sangat luar biasa dan potensial," tegas Gubernur Harum.
Gubernur Jawa Timur Hj Khofifah Indar Parawansa menyebutkan total nilai perdagangan Jatim bersama Kaltim mencapai Rp20,18 triliun, terdiri penjualan produk Jatim sebesar Rp2,84 triliun, sedangkan membeli produk Kaltim sekitar Rp17,35 triliun.
"Jadi perdagangan antara Jawa Timur dengan Kalimantan Timur ini, kami (Jatim) defisit Pak Gubernur. Cukup besar, defisitnya Rp14,51 triliun," ujarnya.
Meski defisit lanjutnya, misi dagang terus dilakukan sebab fasilitasi dan aksesibiliti dari trader, seller dan buyer harus tetap dibangun lintas daerah dan lintas provinsi, termasuk Jatim dan Kaltim.
"Seperti disampaikan Pak Gubernur Kaltim, rasa-rasanya perlu konsorsium. Yang mana yang konsorsiun, yang mana yang bisa di-handle Bank Jatim dan bank-bank Himbara atau pun bank swasta lainnya di Kaltim, silahkan," pesanya Khofifah kepada jajaran Bank Jatim.
Hadir Kepala OJK Kaltimtara dan Direktur Lembaga Jasa Keuangan OJK Jatim, Komisaris Utama Bank Jatim dan para Direktur Bank Jatim, pejabat Pemprov Jatim.(yans/mhl/adpimprovkaltim)