BALIKPAPAN — Green jobs atau pekerjaan ramah lingkungan dapat menjadi peluang nyata yang sudah hadir di Kalimantan Timur dan sangat dekat dengan dunia kampus.
Hal itu disampaikan Gubernur Kalimantan Timur H. Rudy Mas’ud saat menjadi narasumber kuliah umum bertema “Transisi Energi Berkeadilan dan Peluang Green Jobs serta Green Economy di Kalimantan dan Asia Tenggara”, yang digelar di Universitas Balikpapan (Uniba), Selasa (27/1/2026).
Gubernur yang akrab disapa Harum tersebut menyebutkan, mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu memiliki peran penting dalam pengembangan ekonomi hijau. Di sektor energi surya, mahasiswa teknik dan vokasi dapat terlibat sebagai perancang maupun teknisi pemasangan panel surya di kampus, sekolah, hingga kawasan industri hijau.
Selain itu, di bidang efisiensi energi, lulusan ekonomi dan teknik berpeluang bekerja sebagai auditor energi yang membantu gedung-gedung menghemat konsumsi listrik serta menekan biaya operasional.
Menurut Gubernur, peran tersebut sekaligus mendorong tumbuhnya budaya hemat energi di masyarakat.
Pada sektor lingkungan dan kehutanan, green jobs berkembang melalui perhutanan sosial, restorasi mangrove, dan pengelolaan kawasan konservasi. Generasi muda dibutuhkan sebagai pendamping masyarakat, peneliti lapangan, hingga pengelola data berbasis teknologi.
Peluang serupa juga terbuka di sektor pariwisata melalui pengembangan ekowisata dan desa wisata berbasis budaya serta lingkungan.
Gubernur Rudy menambahkan, sektor digital turut melahirkan berbagai pekerjaan hijau, mulai dari pengembangan aplikasi pemantauan lingkungan, pemetaan energi terbarukan, hingga konten kreatif yang mengampanyekan gaya hidup ramah lingkungan.
“Inilah wajah baru dunia kerja: lebih hijau, lebih kreatif, dan relevan dengan masa depan,” ujarnya.
“Masa depan Kalimantan Timur ada di tangan kalian. Siapkan diri, tingkatkan keterampilan. Jangan jadi penonton, jadilah pelaku perubahan,” tutupnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga menjadi salah satu narasumber mengulas peran green energy sebagai pendorong transformasi input energi nasional.
“Green energy tidak hanya menambah kapasitas energi bersih, tetapi juga mengubah struktur input energi nasional,” katanya.
Pembangunan pembangkit listrik tenaga surya dan hidro, lanjutnya, menjadi salah satu strategi utama mengingat potensi yang cukup besar.
Kuliah umum tersebut juga menghadirkan narasumber lain, yakni Chair of Governing Board Yayasan Mitra Hijau Dicky E. Hindarto serta Director and Regional Coordinator Climate Action Network Nithi Nesadurai.
Tampak hadir Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Tinggi Dharma Wirawan Kalimantan Timur Uniba H. Rendi Susiswo Ismail, Rektor Uniba Isradi Zainal, serta Kepala BPKAD Kaltim Muzakkir.
Usai kegiatan, Gubernur Harum berkesempatan mengantarkan kepulangan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto kembali ke Jakarta melalui VIP Room Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan. Sebelumnya, Gubernur Harum juga menyambut kedatangan Menko Airlangga pada pukul 11.40 WITA di tempat yang sama. (gie/her/adpimprovkaltim)