Jalan ke Gerunggung Mulai Tahun Bulan Depan, Gubernur: Kami Tidak akan Meninggalkan Desa Terpencil

Nety     90x     Berita

Menutup kunjungannya ke wilayah tengah, Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas'ud (Harum) memenuhi janjinya untuk melihat langsung kondisi empat kampung yang masih terisolasi karena belum memiliki akses jalan yang memadai.

Empat kampung yang berada di Kecamatan Bongan, Kutai Barat itu adalah Kampung Lemper, Deraya, Tanjung Soke dan Gerunggung. Gubernur Harum ingin memastikan Standar Pelayanan Minimal (SPM) benar-benar dinikmati seluruh rakyat Kaltim.

"Akses boleh sulit, akses boleh jauh tapi mereka tidak boleh kehilangan standar pelayanan minimum. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur hadir di sini," tegas Gubernur Harum saat berdialog dengan warga Kampung Lemper, Deraya, Tanjung Soke dan Gerunggung di BPU Kampung Deraya, Ahad 5 Juli 2026.

Petinggi Kampung Lemper Aliansyah, Petinggi Kampung Deraya Syahrani dan Petinggi Tanjung Soke Abdul Muthalib menyampaikan keluhan yang sama, yakni akses jalan.

Gubernur Harum menjelaskan Pemprov Kaltim akan membantu membangunkan akses jalan layak yang diharapkan warga. Panjang jalan dari Simpang Tiga Bongan hingga Kampung Gerunggung, kampung terujung, sekitar 46 km. Kondisi jalan sedikit dengan rigid beton hingga sebelum Km 38. Sedangkan dari Km 38 hingga Gerunggung masih jalan tanah dengan banyak lubang. Debu saat panas dan licin saat hujan.

"Kami datang ke sini untuk memastikan, sebelum akhir tahun ini, kondisi jalan sudah selesai dibangun. Pembangunan jalan akan kita mulai bulan depan," ungkap Gubernur.

Respons cepat Gubernur Harum ini disampaikan untuk memastikan bahwa tidak boleh ada satupun desa tertinggal sepanjang masa kepemimpinannya.

"Bapak dan ibu jangan ragu. Kami tidak akan meninggalkan bapak ibu semua. Kami tidak akan meninggalkan desa-desa yang terpencil," tegas Gubernur.

Namun Gubernur Harum memberi catatan agar saat pekerjaan proyek ini dikerjakan, masyarakat membantu.

Begitu pun setelah selesai dibangun, Gubernur Harum minta agar jalan ini dipelihara dan dijaga bersama agar tidak rusak oleh angkutan sawit dan karet dengan muatan berlebih.

"Pastikan tidak ada ODOL (over dimension over load). Maksimum 5 ton yang boleh lewat. TNI, Polri dan masyarakat tolong dijaga," tandasnya lagi.

Gubernur pun menyatakan Pemprov Kaltim siap membantu pembangunan rumah-rumah ibadah di empat desa tersebut. Demikian pula lamin untuk menyimpan alat-alat tradisional masa lalu sebagai pelestarian adat dan budaya.

Ke depan, Gubernur berharap tiga desa yang masih berstatus tertinggal, yakni Deraya, Tanjung Soke dan Gerunggung segera berubah menjadi desa berkembang.

Gubernur yakin, ke depan empat desa ini akan menjadi percontohan, desa terpencil yang tangguh, siap dan siaga, serta contoh kemandirian kampung di Kutai Barat.

"Percayalah, kita akan bangun Kalimantan Timur secara bersama-sama. Karena kemajuan Kalimantan Timur akan terlihat dari kemajuan kampung-kampungnya," yakin Gubernur.

"Kami sampai di sini untuk memastikan bahwa setiap kampung di Kalimantan Timur tidak boleh ada yang tertinggal dalam hal pembangunan," pungkasnya.

Sebelumnya, Petinggi Kampung Lemper mengaku momen ini sangat membahagiakan warga empat kampung itu.

"Kami sangat berterima kasih, karena dengan susah payah Pak Gubernur hadir ke sini. Ini momen yang kami tunggu-tunggu. Selama dua periode saya jadi kepala kampung, baru ini ada Gubernur yang datang ke sini," kata Aliansyah.

Kunjungan keempat desa terpencil itu juga dihadiri Sekda Kubar Erik Viktory, para Asisten dan pimpinan OPD Pemprov Kaltim.

Gubernur Harum juga berdialog dengan warga Deraya, Lemper, Tanjung Soke dan Gerunggung. Gubernur juga sempat mengunjungi lamin di Tanjung Soke yang masih menyimpan alat-alat tradisional warga setempat dari masa lalu. (sul/yans/adpimprovkaltim)

Bagikan Postingan ini :
26