Kaltim-Jateng Jalin Kerja Sama Pembangunan dan Ekonomi Daerah, Gubernur Harum: Tidak Hanya Lima Komoditas, Kerja Sama Akan Diperluas ke Komoditas Unggulan Lain

Nety     63x     Berita

Gubernur Kalimantan Timur H Rudy Mas’ud (Harum) bersama Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Ahmad Luthfi menandatangani naskah kerja sama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terkait pembangunan dan ekonomi daerah di Pendopo Odah Etam, Kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Kamis (6/8/2026).

Penandatanganan naskah perjanjian kerja sama (PKS) juga dilakukan oleh kepala perangkat daerah Kaltim dan Jawa Tengah, pimpinan asosiasi, serta BUMD dari kedua provinsi. Hadir pula perwakilan Pemerintah Kota Samarinda yang diwakili Sekretaris Daerah Kota Samarinda, serta Bupati Tegal dan Bupati Brebes.

“Pertemuan kita hari ini menjadi momentum yang sangat baik untuk mempererat persahabatan, memperkuat sinergi, dan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara kedua provinsi,” kata Gubernur Harum mengawali sambutannya.

Menurut Harum, hubungan Kaltim dan Jawa Tengah telah terjalin erat sejak lama. Karena itu, kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi kedua daerah.

“Juga memperkuat daya saing serta menghadirkan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Timur dan Jawa Tengah,” ujarnya.

Gubernur Harum menjelaskan, perdagangan antara Kaltim dan Jawa Tengah pada periode 2024–2025 mencakup lima komoditas unggulan Kaltim, yakni batu bara sekitar 1,5 juta ton untuk pasokan PLTU dan kebutuhan industri di Jawa Tengah.

“Angka ini belum termasuk pengiriman langsung melalui tongkang. Informasi yang kami terima, kebutuhan batu bara untuk PLTU Tanjung Jati saja mencapai sekitar 13 juta ton, belum termasuk Cilacap dan kawasan lainnya,” jelasnya.

Selain itu, terdapat pasokan LNG sekitar 640.714 ton untuk kebutuhan domestik dan industri. Komoditas lainnya meliputi kayu olahan sebagai bahan baku industri dan furnitur, pupuk sekitar 500.000 ton untuk sektor pertanian, serta minyak sawit (CPO dan turunannya) sekitar 310.898 ton untuk produksi minyak goreng dan olahan pangan.

“Terima kasih, Pak Gubernur. Jawa Tengah juga telah mengirimkan sekitar 10 ribu ton beras pada periode 2024–2025. Selain itu, besi beton, peti kemas, bahan industri, semen, dan aspal untuk mendukung pembangunan fisik di Kalimantan Timur dan Ibu Kota Nusantara,” ungkap Harum.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan setiap daerah memiliki keunggulan komparatif, baik dari sisi sumber daya alam, posisi geografis, maupun basis ekonomi lokal.

“Kerja sama hari ini bertujuan meningkatkan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Timur dan Jawa Tengah,” ujarnya.

Ahmad Luthfi berharap kerja sama tersebut tidak hanya menghasilkan kesepakatan di atas kertas, tetapi juga melahirkan langkah-langkah konkret yang segera ditindaklanjuti sehingga hubungan Jawa Tengah dan Kalimantan Timur semakin erat, produktif, serta menjadi contoh penguatan kerja sama antardaerah di Indonesia.

“Saya perintahkan seluruh jajaran OPD Jawa Tengah, BUMD, dan para bupati yang hadir saat ini untuk segera menyusun rencana aksi. Jemput bola. Tiga minggu setelah ini, laporkan kepada gubernur masing-masing bahwa kita sudah memiliki rencana aksi dari MoU dan PKS yang ditandatangani hari ini,” tegasnya.

Penandatanganan kerja sama tersebut dirangkai dengan paparan potensi daerah oleh Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, Bupati Jepara Witiarso Utomo, dan Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani.

Turut hadir Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni, para asisten, kepala biro, pejabat perangkat daerah, pimpinan asosiasi, serta pimpinan BUMD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. (yans/her/adpimprovkaltim)

Bagikan Postingan ini :
26