NUSANTARA — Menjadi pemimpin bukan semata soal bakat, apalagi faktor keturunan. Kepemimpinan lahir dari proses panjang yang ditempa keberanian, tanggung jawab, ilmu pengetahuan dan kesiapan menghadapi risiko.
Pesan itu disampaikan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Dr H Rudy Mas’ud (Harum) saat memberikan motivasi kepada ratusan pengusaha Benua Etam dalam Kaltim Leader Forum 2026 di Ibu Kota Nusantara (IKN), Sabtu 29 Agustus 2026.
Gubernur Harum mengatakan sedikitnya ada tiga syarat yang harus dimiliki seseorang untuk menjadi seorang pemimpin (leader) yakni berani tampil, berani bertanggung jawab dan berani mengambil risiko.
“Kalau tiga syarat ini tidak Anda miliki, maka Anda tidak cocok jadi leader. Cocoknya jadi follower saja, jadi staf,” kata Gubernur Harum kepada peserta forum yang mayoritas merupakan anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim.
Menurutnya, kesuksesan tidak pernah lahir secara instan. Seorang pemimpin harus melewati proses, mengasah kemampuan, sekaligus memadukan bakat dengan pengetahuan masa kini.
“Kalau bakat ini dipadupadankan dengan ilmu pengetahuan, maka akan tercipta seni memimpin yang luar biasa. Harus lewat proses, tidak bisa instan,” tegas Gubernur lagi.
Gubernur Harum lantas berbagi kisah tentang pengalaman hidupnya dalam dunia bisnis. Ia pun menggunakan analogi ikan hiu.
“Ikan hiu tidak akan besar kalau hidup hanya di dalam akuarium. Dia perlu samudera luas untuk menjadi besar,” katanya.
Ia juga mengingatkan para pengusaha agar membangun jejaring dan tidak berjalan sendirian. Dalam dunia bisnis, kata Gubernur, seorang leader membutuhkan koneksi, kolaborasi, bahkan pihak yang mampu mempertemukan berbagai kepentingan.
Di hadapan para pengusaha, Gubernur Harum juga menyelipkan analogi lain tentang ayam dan penyu. Pemimpin yang baik tidak seperti ayam ketika hendak bertelur. Berisik tapi tidak banyak telur dikeluarkan. Sebaliknya penyu, dalam senyap bisa menghasilkan puluhan hingga ratusan telur.
“Jangan seperti ayam, tapi jadilah penyu,” seru Gubernur.
Selanjutnya, tantangan yang muncul dalam kehidupan maupun dunia usaha tidak selamanya harus dipandang sebagai hambatan. Pemimpin yang memiliki pola pikir maju akan melihat persoalan justru sebagai pintu masuk menuju peluang baru.
“Problem is opportunity,” katanya.
Menurutnya, setiap pemimpin juga harus punya mimpi. Seperti juga dirinya saat sudah menekuni dunia bisnis di usia 20 tahun.
"Kalau saya memang punya mimpi. Mimpi saya waktu itu, suatu saat saya akan memimpin Kaltim. Alhamdulillah, setelah 26 tahun, hari ini saya berdiri di sini sebagai Gubernur Kaltim. Semua butuh proses," ucap Gubernur Harum disambut aplaus hadirin.
Acara juga dihadiri Anggota Komisi VI DPR RI Hj Sarifah Suraidah Harum, Ketua Kadin Kaltim Putri Amanda Nurramadhani dan narasumber CEO sekaligus Co-Founder CIAS Indrawan Nugroho. (sul/yans/adpimprovkaltim)