Mal Lembuswana Resmi Kembali ke Pemprov Kaltim, Sekda: Perkuat Peran Mal Lembuswana sebagai Pusat Ekonomi Samarinda

Nety     91x     Berita

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menerima kembali pembangunan Kompleks Mal Lembuswana Samarinda beserta sejumlah fasilitas penunjang lainnya dari PT Cipta Sumina Indah Satresna (CSIS) selaku pengelola Mal Lembuswana. Serah terima tersebut dilakukan Gubernur Kaltim yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni di Atrium Mal Lembuswana Samarinda, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima pembangunan Kompleks Mal Lembuswana Samarinda beserta fasilitas penunjangnya oleh Sekda Kaltim Sri Wahyuni dan Direktur Utama PT CSIS Edwar Marwih Sinanta.

Selanjutnya dilakukan penandatanganan berita acara serah terima pengelolaan Kompleks Mal Lembuswana Samarinda antara Pemerintah Provinsi Kaltim dan Direktur Utama PT Kaltim Melati Bhakti Satya (KMBTS) Perseroda Aji Mohammad Abidharta Wardhana Hakim. Prosesi tersebut disaksikan Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud.

Mengawali sambutannya, Sri Wahyuni menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT CSIS atas kerja sama serta kontribusinya selama mengelola Mal Lembuswana.

“Hari ini kita menjadi saksi sejarah baru. Mungkin 30 tahun lalu kita juga menjadi saksi sejarah berdirinya mal pertama di Samarinda, yaitu Mal Lembuswana,” kata Sri Wahyuni.

Menurutnya, melalui serah terima tersebut, Pemprov Kaltim menerima kembali pembangunan Kompleks Mal Lembuswana Samarinda beserta berbagai fasilitas penunjangnya.

Sri Wahyuni menegaskan proses transisi pengelolaan tidak boleh membuat sejarah dan eksistensi Mal Lembuswana meredup. Sebaliknya, transisi tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat kembali peran Mal Lembuswana sebagai salah satu pusat perekonomian, perdagangan, dan aktivitas masyarakat di Kalimantan Timur.

“Tentu kita tidak ingin sejarah yang melekat pada Mal Lembuswana ini menjadi redup karena transisi pengelolaan kawasan. Sebaliknya, kita ingin transisi ini semakin menguatkan semangat untuk menghidupkan kembali dan memperkuat peran Mal Lembuswana sebagai pusat perekonomian, pusat perdagangan, dan pusat aktivitas masyarakat di Kalimantan Timur,” tegasnya.

Di tengah kondisi fiskal daerah saat ini, Sri Wahyuni berharap penyerahan kembali kawasan Mal Lembuswana dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi Pemprov Kaltim dalam mengoptimalkan pendapatan daerah.

“Di sisi lain, kita juga ingin memperkuat peran serta seluruh pihak untuk bersama-sama membesarkan Mal Lembuswana ini,” ujarnya.

Sri Wahyuni juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenant yang selama hampir 30 tahun menjadi bagian dari perjalanan Mal Lembuswana.

Menurutnya, selama perjalanan tersebut ada tenant yang datang dan ada pula yang berpindah. Namun, seluruhnya telah memberikan kontribusi dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan Mal Lembuswana.

“Mungkin ada yang datang dan ada yang pergi. Tenant yang telah berkontribusi membersamai Mal Lembuswana ini menjadi perhatian dan apresiasi bagi kita. Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan ada bentuk insentif atau kemudahan tertentu bagi tenant yang selama ini setia membersamai Mal Lembuswana ketika nantinya dilakukan kerja sama,” ungkapnya.

Menurut Sri Wahyuni, keberadaan tenant dan pelaku usaha merupakan bagian penting dalam menghidupkan kembali aktivitas Mal Lembuswana. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, pengelola, dan pelaku usaha menjadi salah satu kunci untuk menjadikan kawasan tersebut kembali berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Usai acara serah terima, Sekda Sri Wahyuni bersama Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setdaprov Kaltim Ujang Rachmad, Direktur Utama PT CSIS Edwar Marwih Sinanta, Direktur Utama PT KMBTS (Perseroda) Aji Mohammad Abidharta Wardhana Hakim, sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kaltim, serta jajaran direksi perusahaan daerah melakukan peninjauan ke sejumlah area Mal Lembuswana. (mar/her/adpimprovkaltim)

Bagikan Postingan ini :
26