Melintas di Jalur Kota Bangun - Tabang, Warga Tuana Tuha Hadang Mobil Gubernur

Nety     86x     Berita

Usai menunaikan salat Jumat di Masjid Besar Al Jamaal, Kota Bangun, Jumat 3 Juli 2026, Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas'ud (Harum) melanjutkan perjalanan ke Melak, Kutai Barat (Kubar) melalui jalur Kota Bangun - Tabang.

Memasuki kawasan Desa Tuana Tuha, Kecamatan Kenohan, Kutai Kartanegara (Kukar), laju kendaraan rombongan Gubernur terhenti. Puluhan warga setempat menghadang jalan. Gubernur pun turun dan menemui warga.

"Selama ini kami tidak punya wadah mengadu. Alhamdulillah bapak sekarang melintas dan mau turun dari mobil," kata salah seorang warga.

"Berkah Jumat, rejeki bagi kami bisa mengadu langsung ke Pak Gubernur," pekik warga lainnya.

Kepada Gubernur warga menyampaikan keluhan. Mereka protes karena PT REA Kaltim menghentikan kerja sama angkutan sawit 15 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) 2 kecamatan di kawasan tersebut, per 1 Juli 2026. Perusahaan memilih angkutan dari perusahaan atau pihak ketiga.

Warga meminta agar mereka bisa tetap mengangkut sawit PT REA Kaltim sebagai mata pencaharian. Perusahaan diminta lebih mengutamakan masyarakat ketimbang perusahaan pihak ketiga. Keluhan warga itu pun langsung dijawab Gubernur Harum.

"Saya setuju masyarakat lokal yang diutamakan. Bukan malah dikurangi apalagi diputus. Minim tetap, kalau perlu ditambah," tegas Gubernur Harum disambut gembira warga.

Untuk menindaklanjuti protes warga tersebut, Senin pekan depan, Gubernur Harum akan mengundang pimpinan PT REA Kaltim ke Kantor Gubernur Kaltim di Samarinda.

Warga pun tampak bahagia melihat respons baik Gubernur Harum.

"Biasanya kami hanya lihat Pak Gubernur di media sosial. Ahamdulilah sekarang kami bisa bertemu langsung. Ternyata, Pak Gubernur orangnya baik sekali," puji warga lainnya. (sul/yans/adpimprovkaltim)

Foto : Hudais TP

Bagikan Postingan ini :
26