Menakar Arah Pembangunan Kaltim: Menuju SDM Unggul dan Infrastruktur Konektivitas

Nety     96x     Berita

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, menjadi narasumber dalam Dialog Publika TVRI Kaltim bertajuk “Menakar Arah Pembangunan ke-69 Tahun Kaltim”. Acara tersebut disiarkan langsung pukul 15.00 Wita dari Studio Utama TVRI Kaltim pada Kamis (8/1/2026).

Dalam Dialog Publika yang juga menghadirkan akademisi Untag, Achmad Ricky Z., dan dipandu oleh Erwinsyah selaku pembawa acara, Sekda Sri Wahyuni mengungkapkan bahwa pada usia ke-69 tahun Provinsi Kaltim yang jatuh pada 9 Januari 2026, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim mengusung tema “Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas”.

“Tema ini memang identik dengan visi Kaltim. Kami menggaungkan hal ini dengan harapan mendapatkan dukungan dan sumbangsih pemikiran dari seluruh lapisan masyarakat, meskipun kita sudah memiliki payung hukum dalam RPJMD Kaltim 2025–2029. 'Kaltim Sukses' dalam membangun daerah berarti bagaimana pembangunan itu bisa menghadirkan kesejahteraan serta menghasilkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. 'Generasi Emas' berarti bagaimana usia produktif yang menjadi bonus demografi di Indonesia, khususnya di Kaltim, dapat menjadi sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing,” ungkap Sri Wahyuni.

Pada 2026, Sri menjelaskan bahwa Pemprov Kaltim melakukan penghematan sebagai dampak dari pengurangan Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pusat yang jumlahnya sekitar Rp7 triliun. Namun, ia memastikan bahwa Gratispol dan Jospol, sebagai program unggulan Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji, tetap dilaksanakan.

“Gratispol dan Jospol sudah dialokasikan dalam APBD 2026, seperti pendidikan gratis untuk mahasiswa semester 1–8, seragam gratis bagi siswa SMA/SMK, serta insentif bagi guru non-ASN untuk jenjang PAUD, TK, SD, dan SMP. Perjalanan religi bagi marbut dan penjaga rumah ibadah juga tetap dilaksanakan. Untuk infrastruktur tetap menjadi prioritas, salah satunya adalah upaya Gubernur untuk membuka akses jalan Sotek–Bongan yang menghubungkan Penajam Paser Utara dan Kutai Barat,” jelas Sri.

Terkait peringatan HUT ke-69 Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni menegaskan bahwa pelaksanaannya dilakukan secara sederhana tanpa mengurangi kekhidmatan perayaan tersebut.

"Pada prinsipnya, pelaksanaan HUT tidak dirayakan secara besar-besaran, tetapi tetap penuh khidmat," tegasnya.

Sri Wahyuni mengundang seluruh masyarakat Kaltim, khususnya di Kota Samarinda dan sekitarnya, untuk hadir dalam Pekan Raya Kaltim (PRK) 2026 di halaman parkir Gelora Kadrie Oening (GKO), Sempaja, Samarinda, pada 9–11 Januari 2026. PRK 2026 akan menampilkan stan pelaku UMKM dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sebagai penutup rangkaian acara, pada Minggu, 11 Januari 2026 pukul 20.00 Wita, akan digelar Tablig Akbar HUT ke-69 Provinsi Kaltim bersama Ustaz Das’ad Latif. (her/mhl/adpimprovkaltim)

Bagikan Postingan ini :
26