Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) tidak hanya forum diskusi, tetapi motor penggerak kolaborasi dalam penyusunan rekomendasi kebijakan, penguatan edukasi lingkungan, peningkatan partisipasi masyarakat, serta pengawasan terhadap upaya rehabilitasi dan konservasi daerah aliran sungai.
"Jangan sampai air sungainya mengalir seadanya, tapi programnya tersangkut di hulu," kata Gubernur Kalimantan Timur Dr H Rudy Mas'ud (Mas'ud) saat melantik Pengurus Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Kalimantan Timur periode 2025-2030 di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, Kamis 2 Juli 2026.
Gubernur Harum mengingatkan pengelolaan DAS memerlukan perhatian serius, seiring berbagai dinamika pembangunan dan perubahan lingkungan.
Diantaranya perubahan tutupan lahan, aktivitas pertambangan, perkebunan, pembangunan infrastruktur, peningkatan kebutuhan ruang, serta dampak perubahan iklim global telah memberi tekanan terhadap daya dukung dan daya tampung lingkungan.
"Sungai itu tau kapan pasang dan surutnya air. Jangan sampai kita kalah disiplin dengan air. Dan Forum DAS ini harus segera melakukan langkah-langkah terintegrasi berbasis ilmu pengetahuan,' tegas Harum.
Tidak kalah pentingnya, orang nomor satu Benua Etam ini meminta Forum DAS membangun sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan agar fungsi DAS tetap terjaga secara optimal.
"Sungai ini tengahnya kita amankan, hilirkan kita selamatkan dan hulunya tidak boleh rusak," harap Gubernur Harum.
Ketua Forum DAS Nasional Dr Ida Bagus Putera Parthama menyatakan apresiasi luar biasa atas komitmen Gubernur Harum dalam upaya penyelamatan dan pengelolaan lingkungan, khususnya pengelolaan DAS di wilayah Kaltim.
"Pelantikan Forum DAS ini baru pertama kali dilakukan oleh gubernur dan ini bukti Pak Gubernur Harum memiliki ekspektasi tinggi untuk kerja forum dalam percepatan penyelamatan sungai yang sehat dan lingkungan," ujarnya.
Ketua Forum DAS Kaltim periode 2025-2030 Dr H Hasanuddin Mas'ud mengemukakan banyaknya pekerjaan rumah yang harus segera dilakukan jajaran Forum DAS Kaltim kedepannya dalam penyelamatan DAS dan lingkungan.
"Sungai ini sarana publik, tapi sudah mulai bergeser menjadi fasilitas privat. Mulai dari kegiatan pengangkutan serta bongkar muat batu bara, offshore, tambak, hasil olahan CPO, tambatan/pelabuhan dan berbagai kegiatan lain di kawasan darat berdampak ke sungai," bebernya.
Pelantikan oleh Gubernur Harum ditandai dengan penandatanganan berita acara antara Ketua Forum DAS Kaltim periode 2020-2025 Dr Mislan dan Ketua Forum DAS Kaltim periode 2025-2030 Dr H Hasanuddin Mas'ud, disaksikan Ketua Forum DAS Nasional Dr Ida Bagus Putera Parthama, serta penyerahan bendera pataka.
Hadir Ketua DDPI Kaltim Profesor Daddy Ruchiyat, pimpinan perangkat daerah Pemprov Kaltim dan pimpinan instansi vertikal/kementerian/lembaga di Kaltim, pimpinan Forum DAS kabupaten kota se Kaltim, akademisi dan pegiat lingkungan.(yans/mhl/adpimprovkaltim)