Rakortek DPMPD se-Kaltim, Sekda Sri Tekankan Sinergi Turunkan Kemiskinan

Nety     19x     Berita

SAMARINDA – Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, resmi membuka Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) DPMPD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa) se-Kalimantan Timur Tahun 2026 bertema Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam Penurunan Angka Kemiskinan di Provinsi Kaltim, yang dilaksanakan secara daring dan luring di Aula Desa Mandiri DPMPD Kaltim, Selasa (26/5/2026).

Sri Wahyuni menyampaikan apresiasi kepada DPMPD Provinsi Kaltim beserta seluruh pihak yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan Rakortek yang merupakan forum sangat penting dalam memperkuat sinergi, kolaborasi, dan penyamaan langkah antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa, serta seluruh pemangku kepentingan dalam upaya percepatan penurunan angka kemiskinan di Kaltim.

“Saya percaya bapak dan ibu selama ini telah melakukan berbagai aksi, kegiatan, upaya, dan inisiatif dalam pemberdayaan masyarakat miskin maupun penurunan angka kemiskinan,” kata Sri Wahyuni.

Yang perlu menjadi perhatian, lanjutnya, adalah perlunya evaluasi terhadap program dan kegiatan yang selama ini telah dilakukan, apakah benar-benar memberikan dampak signifikan bagi masyarakat miskin serta penanganan kemiskinan di daerah maupun di Provinsi Kaltim.

“Rakortek ini menjadi ruang bagi kita untuk duduk bersama, bagaimana semua program itu bisa saling mengisi dan bersinergi. Tujuannya sama, tetapi jika tidak bekerja sama, proses pencapaian tujuan bisa berlangsung lama, bahkan menjadi tidak tepat sasaran apabila mengabaikan kondisi riil di lapangan,” tandasnya.

Kemiskinan, lanjut Sri Wahyuni, merupakan tantangan pembangunan yang harus ditangani secara serius, terpadu, dan berkelanjutan. Hal itu penting karena berdasarkan data yang disampaikan saat Musrenbang RKPD beberapa waktu lalu, angka kemiskinan di Kaltim terbesar berada di wilayah pedesaan dibandingkan perkotaan.

“Jadi, kantong masyarakat miskin kita ada di pedesaan. Bapak dan ibu yang menangani urusan pedesaan tentu memiliki tanggung jawab bagaimana intervensi pemberdayaan masyarakat atau kelompok miskin benar-benar tepat sasaran,” pesannya.

Sri Wahyuni juga berharap melalui Rakortek ini lahir berbagai rumusan strategis yang konkret, aplikatif, dan tepat sasaran, terutama dalam penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung kesejahteraan masyarakat desa.

Kepala DPMPD Kaltim Puguh Harjanto melaporkan, tujuan Rakortek ini adalah mendukung kinerja Pemprov Kaltim terhadap pencapaian target penurunan angka kemiskinan di Kaltim, termasuk penyelarasan target indikator kinerja keuangan daerah Tahun 2027 antara DPMPD Kaltim dengan DPMK dan DPMD kabupaten/kota se-Kaltim.

“Sasaran Rakortek ini adalah terbangunnya sinkronisasi dan sinergitas program kegiatan antara provinsi dan kabupaten/kota,” kata Puguh Harjanto. (mar/her/adpimprovkaltim)

Bagikan Postingan ini :
26