SAMARINDA – Kemampuan mengenali persoalan, menetapkan skala prioritas, serta memastikan setiap kebijakan memberi dampak nyata menjadi fondasi kepemimpinan dalam mewujudkan Kalimantan Timur menuju Generasi Emas. Pesan itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni saat mewakili Gubernur Kaltim, menjadi keynote speaker pada Ramah Tamah bersama Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan X Tahun 2026 Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Pelayanan Publik (Pusjar SKPP) Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (1/7/2026) malam.
Mengangkat tema “Strategi Kepemimpinan dalam Mewujudkan Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas”, Sri Wahyuni mengajak para peserta memahami bahwa kepemimpinan bukan sekadar merumuskan program, melainkan membangun arah perubahan yang akan menentukan masa depan organisasi dan daerah.
“Apa yang kita lakukan hari ini dan ke depan akan membentuk diri kita di masa mendatang. Itulah roadmap yang sedang kita bangun,” ujarnya.
Sekda Sri menjelaskan, sebelum menetapkan visi dan misi, seorang pemimpin harus mampu memahami persoalan secara utuh. Kemampuan mengidentifikasi akar masalah dan mengenali substansi persoalan menjadi bekal penting dalam menentukan kebijakan yang tepat sasaran.
Menurutnya, tantangan kepemimpinan Pemprov Kaltim saat ini semakin kompleks, terlebih di tengah keterbatasan kapasitas fiskal akibat penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD), khususnya Dana Bagi Hasil (DBH). Karena itu, setiap strategi pembangunan harus disusun berdasarkan persoalan riil yang dihadapi daerah, sekaligus menetapkan program-program prioritas agar penggunaan anggaran semakin efektif.
Lebih lanjut, Sri menegaskan kepemimpinan masa kini harus mampu menyatukan gerak langkah seluruh pemangku kepentingan melalui kolaborasi yang kuat, adaptif terhadap perubahan, serta konsisten menjalankan program-program yang telah dituangkan dalam RPJMD. Seluruh kebijakan, katanya, harus berorientasi pada hasil dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Materi ini mungkin bukan hal baru bagi Bapak dan Ibu. Namun, ini menjadi pengingat bahwa setiap tindakan pemimpin akan menjadi legacy sekaligus teladan yang diikuti oleh bawahan. Karena itu, pemimpin harus memiliki visi sebagai fondasi dan mampu menerjemahkannya ke dalam misi serta program kerja yang jelas,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Pusjar SKPP LAN RI, Dr Rahmat, mengatakan kunjungan peserta PKN Tingkat II ke Pemprov Kaltim bertujuan mempelajari praktik kepemimpinan yang telah diterapkan para pejabat di daerah.
Menurut Rahmat, Kaltim menjadi salah satu daerah yang tepat untuk dijadikan tempat belajar. Selain memiliki berbagai pengalaman dalam tata kelola pemerintahan, Sekda Sri Wahyuni juga dikenal sebagai alumni terbaik PKN Tingkat I Angkatan L Tahun 2021 di LAN RI.
“Kami datang ke sini memang tidak salah tempat. Ibu Sekda telah menuntaskan berbagai jenjang pendidikan kepemimpinan dan menjadi salah satu alumni terbaik PKN Tingkat I. Pengalaman beliau tentu menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi para peserta,” katanya.
PKN Tingkat II Angkatan X Tahun 2026 diikuti 66 peserta. Sebanyak 34 peserta berasal dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang bertugas di berbagai daerah, bahkan di luar negeri, seperti China Taipei dan Malaysia. Sementara 32 peserta lainnya berasal dari delapan kabupaten dan satu kota yang tersebar di empat provinsi. (her/yans/adpimprovkaltim)