Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas'ud (Harum) kembali mengingatkan seluruh jajarannya agar setiap rupiah APBD harus bermanfaat dan memberikan dampak bagi masyarakat.
"Anggaran pembangunan harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Itu yang terpenting," kata Gubernur Harum kepada wartawan usai memimpin Morning Briefing di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kaltim, Senin, 28 September 2026.
Hingga penghujung September tahun ini, realisasi pendapatan Pemprov Kaltim mendekati angka 70 persen. Namun, diakuinya, capaian ini masih berada di bawah target Pemprov Kaltim sebesar 75 persen.
Gubernur Harum meminta jajarannya lebih kreatif dan inovatif untuk meningkatkan pendapatan daerah, baik yang bersumber dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), Pajak Air Permukaan (PAP), maupun sumber lainnya.
"Sementara, realisasi fisik kita masih sekitar 57 persen. Ini yang akan terus kita kejar agar capaian realisasi bisa terus meningkat sesuai target dan berdampak bagi masyarakat," imbuh Gubernur.
Beberapa faktor yang menghambat pencapaian target realisasi serapan anggaran di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), menurut Gubernur Harum, antara lain mekanisme APBD Perubahan yang masih berlangsung dan proses lelang yang masih berjalan secara administratif.
Gubernur meyakini serapan anggaran yang baik secara langsung juga akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain itu, Gubernur Harum mengingatkan jajarannya agar seluruh pekerjaan tahun ini dituntaskan pada tahun ini juga.
"Jangan sampai ada pekerjaan yang menyeberang ke tahun berikutnya," tegas Gubernur.
Morning Briefing dihadiri Sekda Kaltim Sri Wahyuni, para asisten, perwakilan Tim Ahli Gubernur Kaltim, dan para pimpinan OPD.
Sebagai informasi, Rancangan Perubahan APBD Kaltim 2026 telah disepakati Pemprov dan DPRD Kaltim sebesar Rp14,33 triliun. (sul/her/adpimprovkaltim)