Sinergi UGM dan Kagama, Pemprov Kaltim Perkuat Arah Transformasi Ekonomi

Nety     44x     Berita

SAMARINDA – Mewakili Gubernur Kalimantan Timur, Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni menghadiri World Class University Focus Group Discussion (FGD) atau Diskusi Kelompok Terpumpun Universitas Kelas Dunia bertema Sinergi UGM dan Kagama Kaltim, yang digelar di Ruang Serbaguna Lantai 6 Bankaltimtara, Samarinda, Sabtu (31/1/2026).

FGD ini diselenggarakan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Provinsi Kalimantan Timur sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan peringkat UGM menuju 100 besar World Class University.

Dalam forum tersebut, Sekda Sri Wahyuni menyampaikan apresiasi atas berbagai ide dan gagasan yang disampaikan para akademisi serta alumni UGM. Menurutnya, gagasan-gagasan tersebut tidak hanya bermanfaat bagi pengembangan kampus dan alumni, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat Kalimantan Timur.

“Berkumpulnya para tokoh akademik dan alumni UGM ini merupakan angin segar bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur,” ujar Sri Wahyuni.

Ia menjelaskan, hingga saat ini struktur perekonomian Kalimantan Timur masih didominasi sektor sumber daya alam. Tekanan dari sektor konstruksi dan pertambangan masih cukup kuat, namun mulai terlihat pergerakan positif pada sektor industri pengolahan.

“Meskipun kontribusi industri pengolahan baru tumbuh sekitar 2 persen, tetapi ini menjadi awal yang baik. Target kita pada tahun 2045, kontribusi industri pengolahan bisa mencapai sekitar 40 persen,” jelasnya.

Dalam proses transformasi ekonomi tersebut, Pemprov Kaltim sangat membutuhkan dukungan dari para alumni UGM, khususnya dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah serta memastikan hilirisasi berjalan seiring transformasi ekonomi dari sektor sumber daya alam tak terbarukan menuju sumber daya alam terbarukan.

Sri Wahyuni juga menekankan pentingnya penerapan hasil-hasil riset yang telah dilakukan oleh perguruan tinggi agar dapat diimplementasikan dan menjadi dokumen kebijakan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kaltim.

“Mulai dari ketahanan pangan, tata kelola air, energi bersih, transportasi, penataan wilayah, hingga penguatan kapasitas aparatur sipil negara dan tata kelola pemerintahan modern. Kami berharap ada catatan-catatan substantif yang bisa memberi manfaat nyata bagi Kalimantan Timur,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia berharap sinergi antara UGM, Kagama Kaltim, Pemerintah Provinsi Kaltim, serta pemerintah kabupaten dan kota se-Kaltim dapat terus diperkuat, sehingga kontribusi alumni di daerah dapat berdampak luas bagi pembangunan daerah sekaligus mendukung reputasi UGM di tingkat dunia.

FGD ini turut dihadiri mewakili Rektor UGM, Kepala Satuan Penjaminan Mutu dan Reputasi Universitas (SPMRU) UGM Prof. Indra Wijaya Kusuma, Direktur Direktorat Kajian dan Inovasi Akademik (DKIA) UGM Dr. Hatma Suryatmojo, Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo, serta jajaran Kagama Kaltim dan perwakilan kabupaten/kota se-Kalimantan Timur. (her/mhl/adpimprovkaltim)

Bagikan Postingan ini :
26