Target Dua Tahun RSUD Tipe B Bongan Tuntas

Nety     81x     Berita

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dibawah kepemimpinan Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas'ud (Harum) dan Wakil Gubernur H Seno Aji benar-benar akan mewujudkan kesetaraan taraf kesehatan masyarakat di seluruh wilayah Benua Etam.

Salah satunya membangun rumah sakit umum daerah (RSUD) tipe B (rumah sakit kewenangan provinsi di kabupaten/kota) untuk Kecamatan Bongan Kabupaten Kutai Barat.

"Kami menargetkan selambat-lambatnya dua tahun dari hari ini, pelayanan kesehatan berkualitas sudah bisa dirasakan masyarakat Bongan dan sekitarnya," kata Gubernur Harum di lokasi rencana pembangunan RSUD Provinsi Kaltim Kampung Penawai Kecamatan Bongan Kabupaten Kutai Barat, Kamis 8 Januari 2026.

Rumah sakit Bongan diharapkan juga mampu melayani warga Kutai Kartanegara (pedalaman) dan Mahakam Ulu, selain Kutai Barat sendiri yang selama ini terlalu jauh menjangkau pelayanan kesehatan.

"Kalau tipe B, maka rumah sakit ini tidak kurang memiliki 200 tempat tidur dan peralatannya pun pasti sangat memadai bagi warga Bongan yang nantinya berdekatan dengan IKN," ungkap Harum.

Plt Camat Bongan Kristianto Hari Setiono menyebutkan kawasan lahan untuk pembangunan RSUD yang terintegrasi (kantor Polsek, Koramil dan ekonomi kreatif) seluas 115 hektare.

"Sehingga bertumbuhlah ekonomi di Kecamatan Bongan ini. Karena Koperasi Merah Putih dan BUMKam akan hidup melalui kegiatan rumah sakit yang terintegrasi," jelasnya.

Ditambahkan, perusahaan-perusahaan yang memiliki konsesi lahan di Kecamatan Bongan telah memberi ijin pemanfaatan kawasan untuk lahan pembangunan RSUD terintegrasi.

Petinggi Kampung Penawai Nasir mengatakan warganya sudah sejak lama menginginkan adanya rumah sakit di Bongan yang sebelumnya pernah akan dibangunkan, tapi berpindah ke tempat lain (Bekukung) namun belum terwujud hingga saat ini.

"Mudah-mudahan kedatangan Bapak Gubernur hari ini benar-benar mewujudkan harapan kami yang sudah memperjuangkan lahan ini sejak lama," ujarnya.

Diakui Nasir, selama ini kalau mereka harus berobat ke Melak mencapai jarak 100 Km lebih, sedangkan ke Kutai Kartanegara ataupun Samarinda harus menempuh jarak 200 Km lebih.

"Kalau kami memakai mobil ambulans ke Samarinda itu sekitar Rp1,5 juta, belum itu baliknya lagi. Itu baru ongkos ambulans, belum biaya lainnya Pak Gubernur," bebernya.

Untuk tahap awal, Pemprov Kaltim melalui Dinas Kesehatan telah mengalokasikan anggaran feasibility study (FS)/studi kelayakan, DED dan masterplan sebesar Rp4,7 miliar.

"Seharusnya tahun lalu, namun karena masalah lahan, mundur tahun ini. Total kebutuhan anggaran pembangunan RSUD hingga selesai lengkap fasilitas pendukung/peralatan sekitar Rp500 miliar," ungkap Kepala Dinas Kaltim dr H Jaya Mualimin.

Tampak hadir Anggota Komisi VI DPR RI Hj Sarifah Suraidah Harum, Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas'ud, Wakil Bupati Kutai Barat H Nanang Adriani, rombongan kunker Pemprov Kaltim, jajaran Forkopimcat Bongan, seluruh kepala kampung dan tokoh masyarakat Kecamatan Bongan.(yans/her/adpimprovkaltim)

Bagikan Postingan ini :
26