Wagub Optimistis Kaltim Capai Swasembada Padi pada Akhir 2026

Nety     45x     Berita

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus berupaya mewujudkan swasembada padi sesuai target nasional yang ditetapkan tercapai pada akhir 2026.

“Kita sudah mengalami peningkatan produksi padi. Saat ini capaiannya sudah lebih dari 60 persen dan kita menargetkan pada akhir 2026 dapat mencapai 100 persen,” kata Wakil Gubernur Kalimantan Timur Dr H Seno Aji usai Rapat Koordinasi Swasembada Padi di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Senin (6/7/2026).

Menurut Seno Aji, mewujudkan swasembada padi di Kalimantan Timur membutuhkan kerja keras dan kolaborasi semua pihak, mengingat pencapaiannya juga bergantung pada dukungan kebijakan dan program dari Kementerian Pertanian.

“Kita terus berdiskusi agar seluruh kabupaten dan kota segera melakukan revitalisasi maupun verifikasi ulang data, kemudian menyampaikannya kepada Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur,” ungkapnya.

Dalam waktu dekat, Pemprov Kaltim akan menyampaikan perkembangan capaian serta rencana kerja daerah kepada Kementerian Pertanian sebagai bagian dari upaya percepatan swasembada padi.

“Akhir Juli ini rencana kerja hingga akhir 2026 sudah ditunggu Menteri Pertanian,” jelasnya.

Seno Aji menjelaskan, 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur bersama Perum Bulog, TNI, dan mitra pembangunan terus memperkuat koordinasi serta bekerja di lapangan untuk mempercepat pencapaian swasembada padi.

Saat ini terdapat sekitar 31.000 hektare sawah aktif dari total sekitar 46.000 hektare lahan sawah. Pada tahun ini, pemerintah juga menargetkan pencetakan sawah baru seluas 2.300 hektare serta penambahan sekitar 12.800 hektare lahan, sehingga diperkirakan terdapat tambahan sekitar 15.000 hektare sawah aktif.

“Artinya, akan ada penambahan sekitar 15.000 hektare lahan sawah aktif di Kalimantan Timur,” sebutnya.

Ia menambahkan, luas lahan sawah terbesar di Kalimantan Timur berada di Kabupaten Berau, Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Paser, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Selain itu, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) masih menjadi salah satu tantangan dalam percepatan swasembada padi. Pasalnya, pemerintah daerah tidak diperkenankan memberikan bantuan alsintan secara langsung karena kewenangan tersebut berada pada pemerintah pusat.

“Bantuan alsintan seluruhnya berasal dari Kementerian Pertanian. Tugas kita memfasilitasi usulan dari kelompok tani agar dapat disampaikan kepada Menteri Pertanian melalui Dinas Pangan,” bebernya.

Kementerian Pertanian menargetkan Kalimantan Timur memiliki sedikitnya 65.000 hektare sawah aktif dengan produktivitas 4–5 ton per hektare dan dua kali masa panen dalam setahun.

“Jika target tersebut terpenuhi, Kalimantan Timur dipastikan mampu mencapai swasembada padi sekaligus menghasilkan surplus beras,” pungkas Seno Aji.

Rapat koordinasi dipandu Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Timur Ujang Rachmad. Kegiatan tersebut dihadiri Kasrem 091/ASN Kolonel Kav Rahyanto Edy Yunianto, pimpinan perangkat daerah Pemprov Kalimantan Timur dan instansi vertikal/kementerian/lembaga, kepala dinas yang membidangi pertanian dari kabupaten/kota se-Kalimantan Timur, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman, akademisi, serta mitra pembangunan. (yans/her/adpimprovkaltim)

Bagikan Postingan ini :
26