SAMARINDA – Wakil Gubernur Kalimantan Timur Dr H Seno Aji menegaskan pentingnya peran pengusaha lokal dalam pembangunan daerah. Menurutnya, pengusaha lokal harus mampu memanfaatkan berbagai peluang usaha, terutama seiring hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN).
Hal tersebut disampaikan Seno Aji saat menutup rangkaian kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) Kaltim Tahun 2026 di Ballroom Hotel Midtown Samarinda, Jumat (9/10/2026).
Seno Aji mengapresiasi pelaksanaan Rakerda Hippi Kaltim yang menjadi wadah konsolidasi para pengusaha lokal. Ia menegaskan, Pemprov Kaltim senantiasa mendukung pengusaha daerah agar semakin aktif dan berkontribusi dalam pembangunan.
“Rakerda ini harus ditindaklanjuti dengan langkah-langkah nyata agar pengusaha lokal bisa eksis dan berperan dalam pembangunan di Kaltim. Apalagi, dengan adanya IKN, peluang usaha bagi pengusaha lokal semakin terbuka. Berdasarkan informasi yang kami terima, pada 2027 nanti Wakil Presiden akan berkantor di IKN, sedangkan Presiden Prabowo pada 2028. Karena itu, pengusaha lokal harus mampu menjadi tuan rumah di daerah sendiri,” ujar Seno.
Ia menilai, pengusaha lokal memiliki sejumlah keunggulan yang dapat menjadi modal untuk mengembangkan usaha, di antaranya jaringan yang telah terbentuk, pemahaman terhadap karakteristik pasar, serta pengetahuan tentang budaya dan kearifan lokal.
Keunggulan tersebut, lanjutnya, perlu dimanfaatkan untuk memperluas jaringan bisnis dan meningkatkan daya saing. Namun, keterbatasan modal masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pengusaha lokal.
“Di sinilah peran Hippi sebagai organisasi yang menaungi para pengusaha diperlukan. Hippi diharapkan aktif membantu anggotanya, termasuk membuka akses yang lebih luas terhadap perbankan untuk mendapatkan dukungan permodalan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Seno Aji menyampaikan bahwa Pemprov Kaltim tengah mendorong transformasi ekonomi, dari ketergantungan pada sektor sumber daya alam yang bersifat ekstraktif, seperti batu bara, menuju pengembangan ekonomi yang lebih berkelanjutan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendorong hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas daerah.
Menurutnya, transformasi tersebut membuka peluang bagi pengusaha lokal untuk terlibat lebih jauh dalam rantai industri dan pengolahan sumber daya alam di Kaltim.
“Kami menyarankan Hippi mengambil peran dalam pengembangan industri hilirisasi karena peluang di sektor ini sangat besar. Salah satunya adalah hilirisasi crude palm oil (CPO) dari perkebunan kelapa sawit yang memiliki potensi besar di Kaltim,” kata Seno.
Rakerda DPD Hippi Kaltim Tahun 2026 mengangkat tema “Transformasi Kekuatan Lokal Menuju Daya Saing Global: Membangun Ekosistem Pengusaha Kalimantan Timur yang Kolaboratif, Inovatif dan Berkelanjutan”.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri, Ketua Umum DPP Hippi Erik Hidayat, Ketua DPD Hippi Kaltim dr Montiq Dewi Rahayu beserta jajaran DPC Hippi kabupaten/kota se-Kaltim, Kepala Dinas PPKUKM Kaltim Heni Purwaningsih, perwakilan Kadin Kaltim, serta tamu undangan lainnya. (her/yans/adpimprovkaltim)