Wagub Seno Kenang Masa Sekolah Saat Hadiri Reuni Akbar ke-76 Aljiro Smansa Semarang

Nety     78x     Berita

SEMARANG – Wakil Gubernur Kalimantan Timur H Seno Aji, yang juga merupakan alumni SMA Negeri 1 Semarang, menghadiri Reuni Akbar ke-76 Aljiro SMAN 1 Semarang, Sabtu (22/8/2026).

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Para alumni memanfaatkan momentum tersebut untuk bersilaturahmi sekaligus bernostalgia mengenang masa-masa sekolah di SMAN 1 Semarang.

Dalam kesempatan tersebut, Seno Aji menyampaikan bahwa reuni memiliki makna yang sangat khusus bagi dirinya.

Seno Aji menegaskan, kehadirannya bukan semata sebagai pejabat publik, melainkan sebagai seorang alumni yang pernah tumbuh, belajar, dan membangun mimpi di sekolah tersebut.

“Momentum ini tentu memiliki makna yang sangat khusus. Kami hadir bukan sebagai pejabat publik, tetapi sebagai alumni yang pernah tumbuh, belajar, dan membangun mimpi di sekolah ini,” kata Seno Aji saat menyampaikan pesan dan kesan.

Menurutnya, kembali ke almamater setelah melalui perjalanan hidup yang panjang mengingatkan bahwa setiap pencapaian yang diraih seseorang selalu memiliki titik awal.

“Setiap pencapaian yang kita raih hari ini selalu memiliki titik awal. Dan salah satu titik awal perjalanan kami adalah sekolah ini,” ujarnya.

Seno kemudian menceritakan sejumlah kenangan ketika masih menuntut ilmu di SMAN 1 Semarang. Ia mengingat kelasnya berada di bagian paling ujung lorong sebelah kiri.

Di tempat itulah ia bersama teman-teman sekelas menjalani masa sekolah dengan beragam karakter dan cerita. Bahkan, Seno mengaku pernah beberapa kali membolos bersama teman-temannya hanya untuk menikmati mi ayam di sebuah warung yang berada di seberang sekolah.

“Saya masih ingat kalau pelajaran bahasa Inggris, bersama teman bolos lewat pintu belakang untuk makan mi ayam ditambah es teh. Setelah makan dan ngobrol sekitar satu jam, kita masuk kelas lagi. Anak-anak Smansa sekarang jangan ditiru,” pesan Seno yang disambut suasana penuh keakraban.

Kenangan lain yang masih diingatnya adalah saat mengikuti pelajaran Matematika. Seno mengaku pernah menoleh ke kanan dan kiri saat mengerjakan soal hingga tiba-tiba gurunya berada di belakang dan menjawilnya.

“Bu guru bilang, jangan nyontek. Saya jawab, ‘Bu, saya hanya memastikan ini soalnya sama semua atau tidak.’ Tetapi, bu guru tetap marah. Itulah suasana saat itu yang menjadi kenangan ketika menuntut ilmu di Smansa,” tuturnya.

Di balik kisah nostalgia tersebut, Seno Aji juga menyampaikan pesan penting mengenai penghormatan kepada guru. Menurutnya, guru merupakan sosok yang berjasa besar dalam membentuk karakter dan masa depan para siswa.

“Guru adalah digugu dan ditiru. Kita harus sangat hormat kepada guru. Namun, fenomena saat ini, ada juga guru yang dilecehkan oleh muridnya,” ungkapnya.

Seno berharap hal tersebut tidak terjadi di lingkungan SMAN 1 Semarang. Sebab, kata Seno, bagaimanapun galaknya seorang guru, mereka tetap merupakan pendidik yang telah berjasa dalam kehidupan para siswa.

“Kita harapkan guru-guru di Smansa tidak mengalami hal demikian. Bagaimanapun galaknya seorang guru, mereka adalah pendidik kita. Tanpa guru, tentu kita tidak bisa seperti sekarang ini,” tegasnya.

Seno Aji juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh guru SMAN 1 Semarang yang telah mendidik para siswa serta mengabdikan diri kepada negara.

“Oleh karena itu, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua guru di Smansa yang telah mendidik kami dan telah mengabdi kepada negara. Kepada para siswa Smansa, hormati guru,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Seno Aji turut menyampaikan selamat kepada seluruh pengurus Aljiro Smansa Semarang yang baru saja dilantik.

“Selamat mengemban amanah. Semoga kepengurusan yang baru dapat membawa Aljiro Smansa semakin solid, semakin bermanfaat, dan semakin besar kontribusinya bagi almamater, masyarakat, dan Indonesia,” tandasnya. (mar/her/adpimprovkaltim)

Bagikan Postingan ini :
26